Wanita Kekasih Iblis


by: Ummu Kayyisah

Tentu semua insan merasa bahagia jika dicintai. Terlebih lagi jika ia juga mencintainya. Namun, apakah yang insan rasakan jika yang mencintainya adalah Iblis? Bagi orang-orang yang beriman, hal ini adalah malapetaka, naudzubillah min dzaalik. Muncul pertanyaan, memangnya ada orang-orang yang tidak merasa terganggu dengan hal tersebut? Atau adakah orang-orang yang tanpa disadarinya ternyata ia dicintai Iblis? Wal ‘iyadzubillah.

Faktanya, banyak wanita yang tidak merasa terganggu, ketika ia di jalan diganggu pria iseng. Ia juga tidak merasa terganggu ketika ada pria iseng yang menonton auratnya. Dan banyak juga wanita yang mencintai iblis, karena ia asyik dan bahkan tidak merasa berdosa ketika ia melakukan maksiat. Na’udzubillah min dzaalik.

Apakah maksiat itu? Maksiat ialah perbuatan yang menjatuhkan martabat manusia. Begitupun maksiat dapat menggugurkan pahala. Maksiat juga dapat menurunkan keimanan seseorang, sebagaimana keta’atan dapat meningkatkan keimanan seseorang. Ketika orang bermaksiat, secara langsung ia telah menjadi teman iblis.
Lalu apa sajakah hal-hal yang menyebabkan seseorang jadi teman iblis, terutama buat kaum wanita? Inilah beberapa kriteria wanita yang dicintai iblis. Yakni:

1. Wanita yang durhaka pada Allah
Allah adalah Dzat yang pertama harus kita cintai, karena Allah adalah pencipta manusia. Allah adalah pemberi rizki manusia. Dan tidak ada yang berhak kita sembah melainkan Allah. Jika ada seorang wanita tidak mau mengenal Allah, ditambah tidak mau mendatangi majelis ilmu -padahal tidaklah dia dapati ilmu agama kecuali di majelis tersebut- maka pada hakikatnya dia sedang durhaka kepada Allah.

Ketahuilah, mengenal Allah itu wajib. Dengan mengenal Allah kita akan mudah untuk mencintai-Nya. Selanjutnya akan memudahkan kita untuk melaksanakan perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.

Gemar melakukan dosa adalah salah satu sebab ia tidak mengenal Allah. Ia anggap remeh dosa-dosa kecil. Ada seorang alim yang berkata: Bilal bin Sa’d rahimahullah berkata: “Janganlah kalian melihat kecilnya kesalahan, tetapi lihatlah keagungan yang kalian durhakai.”
Suatu dosa akan terasa besar di dalam hati seorang mukmin, karena ia tahu keagungan Allah. Jika dia melihat keagungan yang dia durhakai, maka dia akan melihat dosa kecil seperti dosa besar (baca kitab Minhajul Qasidin).

Hati yang kotor juga akan sulit untuk mendapat hidayah. Karena hatinya telah diduduki oleh Iblis, yang terus menerus mendorongnya untuk melakukan perbuatan buruk. Hati yang demikian, penuh dengan noda-noda dan penyakit. Tidak ada ruang sedikitpun untuk mencintai Allah.

Untuk membersihkannya, hati tersebut harus dihiasi dengan sifat-sifat yang terpuji dan memperbanyak ibadah pada Allah.

Cinta dunia dan takut mati telah menjadi trend. Wanita yang berpakaian menyerupai wanita kafir dan berlomba dengan berbagai perhiasannya disebut wanita modern, sedangkan wanita yang menutup auratnya dan berhias dengan akhlak disebut wanita kuno, ketinggalan zaman, wal iya’udzubillah! Akhirnya tidak sedikit wanita muslimah yang berpakaian ala barat dan mereka semakin mencintai dunia serta takut mati, takut meninggalkan segala kesenangan dunia. Padahal dunia ini hanya sementara. Kesenangan abadi adalah di surga kelak. Jadi cintailah dunia ini hanya sebagai jembatan untuk kita berlomba menggapai surgaNya.

Enggan berdo’a bisa juga disebabkan kurang cintanya makhluk kepada Rabbnya. Padahal melalui do’a, hamba akan merasa lebih dekat dengan Rabbnya, seperti dalam firman Allah: “Berdo’alah kepadaKu niscaya Aku kabulkan……” (QS. Al-Baqarah: 186)
Jangan lupa untuk menyertakan ikhlas di dalam berdo’a dan hendaklah seorang hamba merendahkan dirinya serta mengharap dikabulkan segala do’anya.

2. Durhaka kepada orangtua.
Didalam al-Qur’an surat Al-Isra ayat 23-24, Allah memerintahkan kepada manusia untuk taat danberbakti kepada kedua orangtua, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kalian jangan menyembah kecuali hanya kepadaNya dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua. Apabila salah satu dari keduanya samoai berusia lanjut dalam pemeliharanmu, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada mereka dengan perkataan “ah” dan jangan pula membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah “Yaa Rabbku, kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil.”

Bagi wanita yang masih lajang, orangtuanya harus ia taati, dan bagi wanita yang bersuami, tentunya ia harus mendahulukan suaminya baru kemudian orangtuanya, yang menempati posisi keempat setelah Allah dan RasulNya, kemudian suaminya.

Bagi laki-laki, baik ia lajang maupun beristri, baktinya pada orangtuanya harus didahulukan dari istri dan anak-anaknya dikarenakan istri adalah anggota baru dalam keluarganya.
Hendaklah kita harus berusaha untuk berbakti pada orangtua, tentu saja dengan cara-cara seperti: tidak menyakiti perasaannya, tidak meninggikan suara di hadapannya, tidak menghardik orangtua, tidak memutuskan hubungan dengan orangtua, tidak melupakan jasa-jasa orangtua, berbuat baik dan berlemah lembut terhadap orangtua, mentaati perintah mereka selama perintahnya tidak bertentangan dengan perintah Allah, menjaga hati mereka berdua dan berusaha menggembirakannya sepenuh hati, memberi mereka hadiah yang mereka sukai, dan mendo’akan mereka berdua dengan do’a yang baik, semasa hidupnya dan sepeninggal mereka.

3. Wanita yang durhaka terhadap suami.
Di dalam hadits riwayat at-Tirmidzi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya aku memerintahkan seseorang bersujud pada orang lain, maka aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.”

Begitu besar kehormatan terhadap seorang suami di dalam Islam, suami menempati posisi yang tinggi. Berarti, begitu mulia kedudukan suami. Sebagai istri hendaknya kita menyadari agar selalu taat kepadanya, baik di kala senang maupun susah agar kitaa tidak durhaka kepada suami. Wallaahul musta’aan!

Sumber:

Buletin Wanita SHALIHAH, Edisi 5 th 2 Jumadil Ula 1433 H, April 2012

Alamat redaksi: Jl. Ciptomangunkusumo Gg. Miana no. 94B Cirebon

Iklan