Hakikat ILMU


Hakikat ILMU

Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

 

Muqoddimah

Ghozwul fikri (perang pemikiran) yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam terhadap kaum muslimin pada saat ini begitu derasnya, sehingga banyak kaum muslimin yang dibutakan dari pemahaman yang haq, di antaranya dalam persepsi mereka tentang ilmu.

Banyak orang memiliki persepsi bahwa yang dinamakan ilmiah adalah yang sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini, bahkan jika ada seseorang yang hendak memuji Islam atau al-Qur’an, maka dia mengatakan: “Dia relevan dengan ilmu.” Seakan-akan ilmu dan Islam adalah dua hal yang berbeda! Baca lebih lanjut

Iklan

AGUS MUSTHOFA: TERNYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL


Oleh: Ustadz Abu Ahmad as-Salafi

MUQODDIMAH

ternyataakhiratDi antara buku-buku berbahaya yang hingga kini masih terpampang di toko-toko buku tanah air adalah buku Ternyata Akhirat Tidak Kekal yang ditulis oleh Agus Musthofa. Buku ini pernah mendapatkan predikat best seller dan sudah dicetak ulang beberapa kali. Meskipun begitu jelas judul buku ini mengingkari aqidah kaum muslimin tentang akhirat, tetapi ternyata banyak kalangan yang menyambut “baik” buku ini seperti Budayawan Rembang Gus Mus, Ketua PWI JATIM Dimam Abror Djuraid, GM Pertamina UPMS V Hariyoto Saleh, dan seorang dosen Matematika di Malang Drs. HM Taufik Djafri, MM, tanggapan-tanggapan mereka terpampang di dalam sampul belakang buku ini. Baca lebih lanjut

Amalan Yang Tetap Menghasilkan Pahala


Asy Syaikh Prof. DR Abdur Rozzaq Bin Abdul Muhsin Al Badr

Dari Anas  radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya(yaitu) : Orang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal. [1] Baca lebih lanjut

– Jalan Untuk Meraih Kecintaan Kepada Allah Ta’ala –


Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad al-Badr

     Segala puji Rabb semesta alam, Yang Maha Menciptakan semua makhluk-Nya lagi Maha Menegakkan langit dan bumi.

Aku memuji Allah atas (semua limpahan) nikmat dan karunia-Nya yang tidak terhingga.

Aku Memuji Allah atas semua nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada kita semua, yang lalu maupun sekarang, lahir maupun batin, serta yang khusus maupun umum.

Aku memuji-Nya atas nikmat Islam, Iman dan al-Qur’an, serta nikmat keluarga dan kesehatan. Baca lebih lanjut