Menjual Anak Kandung?


Soal:

Assalaamu’alaikum . Afwan Ustadz, ana (saya) mau bertanya, bagaimana hukum seorang suami yang menjual anak kandung mereka kepada orang lain karena alasan kesempitan ekonomi; mohon nasihat dalam hal ini. Satu hal lagi, bagaimana hukum seorang ayah yang menzinai putri kandungnya sendiri?

(Hamba Allah, 08573138xxxx)

Jawab:

Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh.

Tidak boleh seseorang menjual anaknya sendiri atau anak orang lain, baik dengan alasan ekonomi atau lainnya. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengancam dalam hadits qudsi berikut ini:

عن ابي هريرة رضي الله عنه : عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : قال الله : ثلاثة أنا خصمهم يوم القيامة رجل أعطي بي  ثم غدر ورجل باع حراً فأكل ثمنه ورجل استأجر أجيراً فاستوفى منه ولم يعطه أجره

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: Allah berfirman: “Ada tiga golongan yang menjadi lawan-Ku nanti pada hari kiamat; seorang yang bersumpah dengan menyebut nama-Ku lalu berkhianat, seorang yang menjual seorang yang merdeka (bukan budak) lalu dimakan hasilnya, dan seorang yang menyewa pekerja (lantas) ketika dia (pekerja itu) menyelesaikan pekerjaannya, orang itu tidak membayar upahnya.” (HR. Muslim: 2114)

Adapun perbuatan zina terhadap salah satu mahromnya, maka hal ini jelas merupakan dosa yang sangat besar dengan hukuman yang sangat besar. Apabila dia tergolong muhshon (sudah pernah bersetubuh dengan pernikahan yang sah) maka hukumnya dirajam sampai mati, apabila bukan muhshon maka didera 100 kali; demikian menurut pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad dalam satu riwayatnya. Sedangkan riwayat yang lain dari Imam Ahmad, hukumannya harus dibunuh tanpa melihat muhshon atau bukan muhshon. (Lihat Taudhihul Ahkam: 6/227) Wallahu A’lam.

Sumber: Majalah Al Furqon No. 86, Edisi 05 th. ke-8 1429  H/2008