Masjid dan Kuburan


Soal:. Bagaimana hukum sholat di masjid yang di depannya ada kuburan, sah atau tidak? Apakah lebih baik saya sholat di rumah, dan bagaimana tentang keutamaan sholat berjama’ah?

Jawab: Tidak boleh sholat meng-hadap ke kuburan, sebagaimana sabda Rosululloh;

Janganlah kalian sholat menghadap kuburan, dan janganlah duduk di atasnya. (HR. Muslim no. 972)

Larangan Rosululloh ten­tang sholat menghadap kuburan ini mencakup sholat di area ku­buran dan sholat di masjid yang kiblatnya ke arah kuburan kecuali kalau ada pemisah antara dinding masjid dengan kuburan tersebut.[1]

Adapun hukum sholat meng­hadap kuburan, maka perinciannya sebagai berikut;

1. Apabila dalam sholatnya dia bermaksud mengagungkan penghuni kuburan tersebut, maka sholatnya tidak sah, karena dia telah menyekutukan Alloh dalam ibadahnya, sedangkan ibadah yang disertai kesyirikan adalah bathil dan tidak sah.

2. Apabila sholat menghadap kuburan tanpa ada maksud mengagungkan penghuninya, maka termasuk perbuatan haram dan dosa, dan sholat­nya tetap sah, hal ini didasari oleh sebuah hadits dari Tsabit al-Bunnani beliau mengatakan: “Dari Anas bin Malik beliau berkata: ‘Aku pernah sholat dekat dengan kuburan, lalu Umar melihatku, kemudian dia berkata:. ‘(Awas) ada ku­buran, ada kuburan!’ Lalu aku angkat pandanganku ke langit (karena) aku mengira (Umar) berkata: “Ada bulan, ada bulan!’[2] (Kemudian setelah itu) Umar berkata: ‘Aku tadi ber­kata. kuburan ( القبر) , bukan bulan (القمر ). Oleh karena itu jangan sholat menghadapnya!'”[3]

Segi pengambilan dalil atas sahnya sholat menghadap ku­buran apabila tidak bermaksud mengagungkan penghuninya, adalah Umar bin Khoththob radhiyallahu ‘anhu tidak memutuskan sholat Anas ketika beliau tahu bahwa Anas sholat menghadap kuburan, dan tidak menyuruhnya mengulangi sholatnya, ini menunjukkan bah­wa sholat Anas tetap sah.

Adapun sholat berjama’ah, maka pendapat yang lebih kuat adalah wajib bagi setiap laki-laki yang sudah baligh dan tidak ada udzur syar’i untuk meninggalkan sholat berjama’ah seperti sakit dan semisalnya, akan tetapi wajib bagi mereka mendatangi masjid yang tidak ada kuburannya dan mencari masjid yang tidak menghadap langsung ke kuburan. Allohu A’lam.

 

Sumber: AL FURQON edisi 11 tahun ke-6, Jumada Tsaniyah 1428 H.

Catatan Kaki:

1. Hal ini dikatakan oleh al-Amudi, bahkan sebagian ulama menyebutkan: “Demikianlah yang dikatakan oleh Imam Ahmad.” (lihat Mausu’ah al-Manahi as-Syar’iyahfi Shohih as-Sunnah an-Nabawiyah 1/427-428.

2. Dalam bahasa Arab ada kemiripan antara kuburan ( القبر) dengan bulan (القمر ), hanya saja berbeda huruf tengahnya, oleh karena itu ketika Anas ditegur oleh Umar bahwa di depannya ada kuburan dia mengira Umar berkata “Awas ada bulan,” sehingga dia segera mengangkat pandangannya ke langit melihat bulan.

3. Dikeluarkan oleh Abdurrozzaq dalam  al-Moshonnaf  no. 1581 dengan sanad yang shohih (dinukil dari Mausu’ah al-Manahi as-Syar’iyah (1/431)