10 Faedah Tentang Nikah


10 Faedah Tentang Nikah

Oleh : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi

 1. NIKAH DENGAN JIN

Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi رحمه الله  berkata: “Saya tidak mengetahui dalil yang tegas dalam al-Qur’an maupun hadits yang menunjukkan bolehnya pernikahan antara jin dan manusia, bahkan zhohir ayat-ayat al-Qur’an menunjukkan tidak bolehnya, seperti firman Alloh عزّوجلّ:

وَاللّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً

Alloh menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri…. (QS. an-Nahl [16]: 72)

Dalam ayat mulia ini terdapat kenikmatan Alloh kepada anak Adam bahwa pasangan mereka dari jenis mereka sendiri. Bisa dipahami dari situ bahwa Alloh tidak menjadikan bagi mereka pasangan yang berbeda jenisnya seperti perbedaan antara manusia dengan jin. Hal ini sangat jelas.” (Adhwa’ul Bayan 3/386) Baca lebih lanjut

Iklan

Mengkritik Buku “Harakah Jihad Ibnu Taimiyyah”


Mengkritik Buku
“Harakah Jihad Ibnu Taimiyyah”
Disusun Oleh: Abu Ahmad as-Salafi hafifzahullah

Talbis (pencampuradukan) antara haq dan batil adalah cara-cara ahli bid’ah dari masa ke masa. Suatu bid’ah, jika berupa kebatilan yang murni, maka tidak akan mungkin diterima. Setiap orang akan membantah dan mengingkarinya. Seandainya bid’ah itu kebenaran yang murni, maka bukanlah merupakan bid’ah. Maka bid’ah tersebar di kalangan manusia karena mengandung kebenaran dan kebatilan.

Di antara model talbis yang telah dilakukan oleh para hizbiyyin adalah mengaburkan pandangan kaum muslimin tentang manhaj yang lurus –manhaj Salafush Shalih- dengan mencampuradukkan antara manhaj manhaj salaf dengan manhaj harokah yang bid’ah yang dikemas dengan nama baru “Salafi-Haroki”. Dengan cara ini, mereka hendak mengajak para pengikut Slafush Shalih untuk berpaling dari manhaj Salaf dan menganut manhaj haroki yang bid’ah!

PENULIS DAN PENERBIT BUKU INI

Dalam pengantar penerbit, disebutkan bahwa buku ini terjemahan dari dua tulisan Syaikh* Abdurrahman Abdul Khaliqhadahullah– berjudul Masyru’iyyah al-Jihad al-Jama’i dan Ibnu Taimiyyah wal ‘Amal al-Jama’i, diterjemahkan oleh Wahyudin, dan diterbitkan oleh Media Islamika Solo, cetakan pertama, Mei 2007 M. Baca lebih lanjut

Upaya Menjaga Kemurnian Islam, Menyoal Tahdzir dan Norma-Normanya


Upaya Menjaga Kemurnian Islam,
Menyoal Tahdzir dan Norma-Normanya

Oleh Abu Abdirrahman Abdullah Zaen
hafidzahullah

MUQODDIMAH

Empat belas abad sudah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan kita umat Islam. Semakin hari kemurnian ‘ajaran Islam’ semakin keruh akibat tercemar ‘benda-benda asing” (baca: bid’ah dkk.). Ibarat suatu aliran sungai yang telah ribuan kilometer meninggalkan mata airnya; berubah menjadi amat keruh karena telah bercampur dengan sampah-sampah yang dicampakkan ke dalamnya oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab.

Jauh-jauh hari, fenomena ini telah disitir oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

« فإنه لا يأتي عليكم يوم أو زمان إلا والذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم »

Tidaklah datang kepada kalian suatu hari atau suatu zaman melainkan sesudahnya lebih buruk dari sebelumnya, hingga kalian berjumpa dengan Rabb kalian.” [1] Baca lebih lanjut