Tafsir Ibnu Abbas رضي الله عنهما Terhadap Ayat Hukum


Oleh
Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“.. Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah.orang-orang yang kafir“(Al-Ma’ idah[5]: 44)

Di antara syubhat yang dilontarkan oleh kelompok Khowarij dan orang-orang yang terpengaruh dengan pemikiran dan aqidah mereka di zaman ini ialah menyebarkan keragu-raguan terhadap keshohihan tafsir Ibnu Abbas رضي الله عنهما terhadap ayat hukum’ [1] dari surat Al-Ma’idah ayat ke 44.

lbnu Abbas رضي الله عنهما berkata : “Sesungguhnya kekufuran dalam ayat ini bukan kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari agama, dia adalah kufur duna kufrin (kufur kecil yang tidak mengeluarkan pelakunya dan lslam)”. [Tafsir Ibnu Jarir 10/355] Baca lebih lanjut

Iklan

Sejarah Takfir


Sejarah Takfir

Disusun oleh: Ust. Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah
-hafidzahullah-

Sesungguhnya takfir (pengkafiran kaum muslimin) adalah fitnah yang sangat berbahaya. Fitnah ini telah menimpa kaum muslimin sejak kurun waktu yang panjang. Takfir adalah fitnah yang dihembuskan oleh kelompok bid’ah kawakan yang dikenal dengan kelompok khowarij. Kelompok ini sangat berbahaya dengan kesepakatan para ulama.

Al-Imam Abu Bakr Muhammad bin Husain al-Ajuri (wafat tahun 360 H) berkata: “Para ulama sejak dahulu hingga sekarang tidak ada yang berselisih bahwa Khowarij adalah kaum yang jelek, durhaka kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, walaupun mereka shalat, puasa, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah, semua itu tidak bermanfaat bagi mereka, karena mereka adalah kaum yang Baca lebih lanjut

7 Faedah Seputar PENGUASA


7 Faedah Seputar
PENGUASA

Oleh Ustadz Aris Munandar hafidzahullah

Faedah Pertama
RAKYAT MENIRU PENGUASA?

Ibnu Jarir mengutip perkataan Ali bin Muhammad al-Madaini yang mengatakan, “Al-Walid bin Abdul Malik menurut pandangan penduduk Syam adalah penguasa mereka yang terbaik. Beliaulah yang membangun berbagai masjid di kota Damaskus, membangun berbagai menara, memberi rakyat yang perlu bantuan finansial, dan menggaji bulanan para penyandang lepra dan berkata kepada mereka, para penyandang lepra, “Janganlah kalian megemis.” Beliau memberikan kepada setiap orang yang lumpuh  pelayan dan kepada setiap orang yang buta penuntun. Ketika berkuasa, beliau menaklukkan banyak negeri-negeri kafir. Beliau kirimkan semua anak laki-lakinya dalam setiap peperangan dengan Romawi. Beliau berhasil menaklukkan India, Spanyol, dan berbagai negeri non-Arab. Pasukan beliau bahkan sudah memasuki Cina dan selainnya. Baca lebih lanjut

Jawaban Bagi Pencela Syaikh al-Albani


Syaikh Al-Albani: Ahli Hadits yang Terdzalimi
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi hafidzahullah

MUQODDIMAH

Di zaman ini kecintaan dan penghormatan terhadap ulama sangatlah minim. Bahkan yang terjadi adalah derasnya hujan celaan, penghinaan, kedustaan dan tuduhan pada mereka, baik karena faktor kejahilan, hawa nafsu, fanatik madzhab, cinta popularitas atau mungkin karena semua faktor tersebut!!.[1]

Seperti halnya para ulama Salaf lainnya, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah tak luput dari serbuan celaan, hinaan dan tuduhan. Beliau sendiri pernah berkata:
“Aku banyak dizhalimi oleh orang-orang yang mengaku berilmu, bahkan sebagian di antara mereka ada yang dianggap bermanhaj Salaf seperti kami. Namun -kalau memang benar demikian- berarti dia termasuk orang yang hatinya terjangkit penyakit hasad dan dengki.” Baca lebih lanjut