Madzhab Asy’ariyah, Ahlus Sunnahkah?


Oleh: Ustadz Armen Halim Naro
-rahimahullah-

Sejarah masuknya dakwah Islam ke Nusantara adalah melalui jalan perairan di tepi pesisir-pesisir pantai atau hulu sungai, sebagai jalur utama transportasi tatkala itu. Kemudian menyebar luas ke seluruh pelosok dan negeri. Sehingga setiap orang yang hendak meneliti seperti apakah pemahaman yang masuk ke negeri ini pertama kalinya, dia dapat memulai kajiannya dari mereka yang menetap di daerah-daerah pesisir atau kepulauan dan seterusnya.

Semenjak kecil penulis -kebetulan putra salah satu pesi­sir di Sumatera Barat- selalu melihat orang-orang tua di sana mengaji sifat dua puluh sebagai pelajaran utama dalam aqidah mereka. Kemudian kadang mereka mengatakan, “Fiqh kami fiqh Syafi’i, aqidah kami aqidah Asy’ari, tarekat kami tarekat Naqsyabandi.” Baca lebih lanjut

Iklan

10 Faedah Tentang Ikhtilaf


Oleh: Ustadz Aris Munandar hafidzahullah

BEDAKAN MASALAH KHILAFIYYAH DAN IJTIHADIYYAH

Slogan “Tidak boleh inkarul munkar atau saling menyalahkan dalam masalah khilafiyyah” secara mutlak adalah slogan yang tidak tepat karena masalah yang diperselisihkan atau khilafiyyah itu ada dua macam:

Pertama: Masalah khilafiyyah yang terdapat dalil dari al-Qur’an dan Sunnah atau ijma’ yang menunjukkan benarnya salah satu pendapat yang ada. Dalam kondisi ini kita wajib mengikuti dalil dan mengingkari orang yang mengambil pendapat selainnya, dengan tetap memaklumi (semacam memberi udzur, -ed) ulama mujtahid yang mengambil pendapat yang salah.

Kedua: Baca lebih lanjut