Hantu Antara Dongeng Dan Agama


Oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Masyarakat Indonesia mengenal berbagai jenis hantu (makhluk sprritual) sehingga banyak istilah yang muncul untuknya. Misalnya : kuntilanak, sundel bolong, tuyul, pocong, genderuwo, siluman dan masih banyak lagi lainnya.

Pembahasan tentang hantu merupakan pembahasan yang penting karena berhubungan erat dengan aqidah. Namun, pembahasan ini cukup jarang yang mengupasnya terlebih pembahasan yang berlandaskan dalil. Oleh karenanya, kami merasa perlu untuk membahasnya sebab banyaknya keracunan seputar masalah ini, bahkan ada anggapan sebagian kalangan bahwa Islam tidak membahas tentangnya, bahkan ada yang melampaui batas sehingga menganggap bahwa hantu adalah salah satu Tuhan(!). Maha Suci Allah Ta’ala dari ucapan mereka.[1] Baca lebih lanjut

Iklan

Sesatkah Aqidah Bahwa Orang Tua Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Adalah Kafir?!


Oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi
hafidzahullah

MUQODDIMAH

Termasuk aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah yang jelas adalah tidak boleh memvonis seseorang dengan neraka atau surga kecuali berdasarkan dalil yang kongkret dari al-Qur’an dan hadits yang shahih, karena perkara ini termasuk masalah ghaib yang (berada, -ed.) di luar pengetahuan seorang hamba. Namun, apabila sudah ada dalil shahih yang menegaskan status seseorang bahwasanya dia di surga atau neraka maka kewajiban bagi seorang muslim adalah mengimaninya dan menerimanya dengan sepenuh hati. Baca lebih lanjut

PUASA DI BULAN RAJAB


Oleh Ustadz Abu Humaid  حفدظه اللة

عن خرشة بن الحر قال : رايت عمر بن الخطاب يضرب أكف الناس في رجب ، حتي يضعوا في الجفان ، ويقول: كلوا فانما هو شهر كان يعظمه أهل الجاهلية، ولما جاء الاسلام ترك

Dari Khorosyah bin al-Hurr رحمه الله dia berkata, “Saya melihat Umar bin Khaththab رضي الله ‘anhu memukul telapak tangan para manusia di bulan Rajab, sampai mereka meletakkannya di sebuah bejana. Lalu Umar berkata, ‘Makanlah, karena sesungguhnya ini adalah sebuah bulan yang dahulu pernah diagungkan oleh orang jahiliyah, ketika datang Islam maka ditinggalkan perkara itu.’.”

ATSAR SHAHIH. Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya: 2/9758, ath-Thobari dalam Mu’jamul Aushat: 7/7636 dari jalan al-Amasy dari Wabroh bin Abdurrahman al-Muslimi Khursyah. Dan atsar ini shahih sebagaimana dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Irwa’: 4/113/957, dan juga dishahihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa: 25/290-291. Baca lebih lanjut

8 FAEDAH tentang HADITS


Oleh : Ustadz Aris Munandar خفظه الله

1. SETAN MENGINAP DI HIDUNG

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا اسْتَيْقَظَ-أُرَاهُ- أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَانِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه, Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda, “Jika kalian bangun tidur maka hendaknya berwudhu lalu memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya dengan menggunakan napas sebanyak tiga kali karena setan itu menginap di pangkal hidung.” (HR. al-Bukhori no. 3121 dan Muslim no. 238)

Syaikh Muhammad bin Sulaiman bin Abdul Aziz al-Bassam, mantan pengajar di Masjidil Haram, mengatakan, “Adapun menginapnya setan di pangkal hidung maka besar kemungkinan hal ini terjadi jika seorang itu tidak membaca wirid ketika hendak tidur — terutama ayat kursi. Alasan kemungkinan ini adalah hadits dari Abu Huroiroh رضي الله عنه ‘Dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi tiba.” (HR. Bukhari no. 3273)1 Baca lebih lanjut