Membela SUNNAH SAHABAT


(Tafsir Surat at-Taubah [9]: 100)

MEMBELA SUNNAH SAHABAT

Surat at-Taubah [9]: 100

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ۝

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Alloh dan Allph menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. Baca lebih lanjut

Iklan

WAHABI, antara DOGMA & FAKTA


Oleh: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A hafidzahullah

Kita ucapkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga kita dapat menambah wawasan keagamaan kita sebagai salah satu bentuk aktivitas ‘ubudiyah (peribadahan) kita kepada-Nya. Shalawat beserta salam buat nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam –yang telah memperjuangkan agama yang kita cintai ini demi tegaknya kalimat tauhid di permukaan bumi.

Dalam kesempatan ini kami ingin menjelaskan tentang Baca lebih lanjut

Milikilah SIFAT ZUHUD


Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman  خفظه الله

DEFENISI ZUHUD

Secara bahasa, zuhud maknanya adalah sedikit dalam segala sesuatu. Al-Imam Ibnu Faris رحمه الله mengatakan, “Asal huruf za, ha, dan dal menunjukkan atas sesuatu yang sedikit.” (Mu’jam Maqoyis al-Lughoh: 3/30). Adapun menurut terminologi syari’at zuhud mempunyai makna yang beragam.

Al-Imam Ali al-Jurjani رحمه الله mengatakan, “Dikatakan bahwa zuhud adalah benci terhadap dunia dan berpaling darinya. Ada yang mengatakan, ‘Zuhud adalah meninggalkan kesenangan dunia dalam rangka mencari kebahagiaan akhirat.'” Baca lebih lanjut

Eksistensi Hakikat dan Syariat dalam Istilah Sufi


Eksistensi
Hakikat dan Syariat
Dalam Istilah Sufi

Oleh: DR. Ali Musri Semjan Putra, MA
-hafidzahullah-

Eksistensi hakikat menurut orang-orang sufi adalah takwil-takwil yang mereka reka-reka dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. Kemudian mereka simpulkan bahwa takwil-takwil tersebut hanya bisa diketahui oleh orang-orang khusus, atau mereka sebut ulama khos (khusus) diatas tingkatan ini ada lagi tingkat yang lebih tinggi yaitu ulama khasul khos(amat lebih khusus) atau mereka sebut ulama hakikat.

Adapun syariat menurut mereka adalah lafaz-lafaz dan makna yang zhohir dari nash-nash Alquran dan sunnah. Hal ini dipahami oleh orang-orang awam (biasa), maka mereka menamakan ulama yang berpegang dengan pemahaman ini dalam menghayati ayat Alquran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dengan ulama ‘Aam (umum) atau ulama syari’ah. Baca lebih lanjut