MENAHAN AMARAH


Oleh: Abu Abdillah al-Atsari

Geram, kesal, dan panas hati ini ketika melihat segerombolan pemuda berandal berkerumun dipos ronda asyik memainkan gitar sambil bernyanyi tanpa merasa berdosa. Terlihat asap-asap rokok mengepul keluar dari mulut mereka. Hati ini hanya bisa berkata: “Tenang, jangan gegabah, madharatnya bisa lebih besar!” Demikianlah kejadian yang dialami sendiri oleh penulis kelika melewati ujung gang rumahnya. Pembaca, marah: tidak semuanya tercela, apabila kasusnya seperti di atas maka seorang yang masih punya rasa cemburu terhadap agama ini, niscaya akan marah dan mengingkari perbuatan di atas. Lain halnya marah yang hanya terbawa emosi dan bukan pada kebenaran, maka ini tercela. Untuk lebih lengkapnya mari kita ikuti uraian berikut ini. Allohul Muwaffiq.

Definisi Marah Baca lebih lanjut

Iklan

Adab MURID Kepada GURUNYA


Oleh: Ustadz Abu Abdillah al-Atsari

Sesungguhmya adab yang mulia adalah salah satu faktor penentu kebahagiaan dan keberhasilan seseorang. Begitu juga sebaliknya, kurang adab atau tidak beradab adalah alamat (tanda) jelek dan jurang kehancurannya. Tidaklah kebaikan dunia dan akhirat kecuali dapat diraih dengan adab, dan tidaklah tercegah kebaikan dunia dan akhirat melainkan karena kurangnya adab. (Madarijus Salikin, 2/39)

Di antara adab-adab yang telah disepakari adalah adab murid kepada syaikh atau gurunya. Imam Ibnu Hazm berkata: “Para ulama bersepakat, wajibnya memuliakan ahli al-Qur’an, ahli Islam dan Nabi. Demikian pula wajib memuliakan kholifah, orang yang punya keutamaan dan orang yang berilmu.” (al-Adab as-Syar’iah 1/408) Baca lebih lanjut

Menjaga Lisan


Ma’asyirol Muslimiin, jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Di saat yang cerah ini, di tempat yang penuh berkah dan di hari yang penuh dengan keagungan dan keutamaan, kita bersyukur kepada Allah atas segala limpahan rahmat,karunia dan, nikrnatNya kepada kita semua.. Baca lebih lanjut

Adab-adab di MASJID


Masjid dimasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai peranan yang sangat urgen, didalamnya diajarkan syari’at-syari’at Islam, pusat pendidikan dan pengaturan kehidupan manusia. Dari sanalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membimbing umatnya, baik masalah duniawi maupun ukhrowi. Seiring dengan berlalunya masa nubmvwah, masjid-masjid yang ada dewasa ini tak ubahnya bak bangunan mewah yang tak berpenghuni, dibuka hanya pada waktu-waktu Shalat, sepi jama’ah, kosong dari kegiatan, itulah sekilas gambaran masjid yang ada. Sebagai rumah dari rumah-rumah Allah, ada beberapa etika yang telah digariskan oleh Islam ketika mendatanginya, untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama bahasan berikut ini. Baca lebih lanjut